Kini ia menyandar tepat 25 langkah dari tempat ayam jantan yg selalu membelakanginya, cerita murahan unik mulai ia lakoni, tak ia pikirkan jenuh mata memandang, lesu kaki melangkah, hingga mata sayup mengajaknya tuk kembali, tanpa ia sadari makna dari semua itu.
Namun kembali ia tulis kalimat pembenaran yg siap di jadikan sebagai tameng pertahanan dari sang angkuh, siap jadikannya sang pecundang yg sungguh tak ada harganya lagi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar