Bukankah semua bermula dari imaji yang kadang lalu lalang melintasi logika rasa lawan asa, menuntut tuk kembalikan parasnya seperti yang dulu tak pernah ia dapatkan.
Bukankah revolusi hadir sekedar mendamba anak manusia berfikir tentang aksinya yang kian hari semakin basi.
Bukankah prajurit menjaga sang raja karna sumpah setianya, tanpa ia hiraukan keselamatan garis hidup yang akan ia hadapi.
Bukankah akan bersinar cahaya terang layaknya kalimat basi yang mengoceh semangat untuk kembali..
Bukankah semua kalimat beranjak dalam hasrat yang menghujat karna tlah letih tuk raih semangat dan berakhir penuh kalimat bangsat yg semula tak niat di ucap.
Engkaulah mentari pagi, seraya pulangnya matahari di langit senja,
Datang dan pergi seperti pelangi tanpa gerimis kandaskan mimpi dan kembali pergi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar